NALIM DARI TAMTAMA HINGGA PERWIRA

Juli 28, 2008 at 10:48 am Tinggalkan komentar

NALIM KECIL
Pria kelahiran Desa Ngaol Kabupaten Merangin, 1 Juni 1960. di tempa dengan kondisi kerasnya alam pedesaan dan kondisi ekonomi orang tua yang pas-pasan membuat nalim kecil bertekat kuat untuk berjuang untuk menjadi lebih baik. semenjak tahun 1972 Nalim kecil sudah merantau dari kampung halamannya untuk menimba ilmu, baik pendidikan umum maupun pendidikan agama. Diawali dengan perjalanan menuju Desa Seling Kecamatan Tabir, hanya sekedar untuk mengikuti pendidikan Sekolah Dasar, karena di kampung beliau di desa ngaol memang belum ada sekolah pada zaman itu. Selanjutnya setelah kelas 3, nalim kecil pindah ke SD Negeri 3 Rantau Panjang hingga menamatkan SD di ratau panjang. selama mengikuti pendidikan di Seling Maupun di Rantau Panjang pada kegiatan beliau pada paginya digunakan untuk belajar di SD dan sorenya belajar di Madrasah atau Pesantren dan hingga tamat tahun 1974. Setelah menamatkan SD beliau pulang ke kampung halaman di Desa Ngaol dengan berjalan kaki selama dua hari perjalanan.
NALIM DI KERINCI
Dengan tekat serta semangat yang tinggi untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, Nalim pun berangkat lagi ke Kerinci melalui Desa Air Liki dan terus ke Terutung dengan jarak tempuh enam hari berjalan kaki dengan bekal nasi bungkus dan persediaan seadanya. Setelah tiba di Kerinci, tepatnya di Desa Hiang ia melanjutkan masuk SMP Hiang dan sore harinya belajar di Pesantren.
NALIM MASUK POLISI DARI TAMTAMA (CATAM)
Dan tahun 1980 Nalim melanjutkan pendidikan ke Padang, Sumatera Barat. Pada tahun yang sama mendaftar menjadi Polisi dan diterima menjadi Tamtama Polisi. Setelah menyelesaikan pendidikan Kepolisian mendapat pangkat Prajurit Dua (Prada) dan ditugaskan di Polres Solok. Dalam melaksanakan tugas sebagai Prada Polisi, terus melanjutkan Pendidikan ke tingkat Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Solok dan tamat tahun 1983. Kemudian pada tahun 1995 dipercaya Kapolda Sumbar untuk melanjutkan Pendidikan Kepolisian (SECABA) selesai tahun 1985 dan dinaikan pangkat menjadi Sersan Dua (Serda).

NALIM JADI PERWIRA POLISI
Karena masih merasa kurang dengan Ilmu yang ada, ia melanjutkan lagi ke Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol Padang selesai tahun 1991. Tahun 1992 Nalim kembali dipercaya untuk melanjutkan Pendidikan Kepolisian SECAPA di Suka Bumi Jawa Barat, setelah selesai mendapat pangkat Letnan Dua (Letda) Polisi.

Pada tahun 1994 ia dipercaya menjadi Kapolsek Kecamatan Bayang sampai tahun 1995, dilanjutkan menjabat sebagai Kapolsek Pancung Soal Kecamatan Indopuro Kabupaten Pesisir Selatan selama 3,5 Tahun. Tahun 1995 terpilih menjadi Kapolsek Teladan tingkat Polda Sumbar dan kemudian dipromosikan untuk menduduki jabatan Kasubbag Dalper Polda Sumbar selama 3 tahun dan tahun 2004 kembali dipercaya oleh Kapolda Sumbar untuk melanjutkan pendidikan Kepolisian SELAPA di Jakarta dan setelah menyelesaikan pendidika dianugerahkan pangkat menjadi Komisaris Polisi (Kompol) yang disertai dengan dipercaya memegang jabatan Kabag Dalpers Biro Personil Polda Sumbar.

Selama berdinas di Kepolisian, H Nalim tiga kali menerima tanda jasa, yakni Kapolsek Teladan/Perwira terbaik 1995 dari Kapolda Sumbar, Setya Lencana Ketian 24 tahun dari Kapolri dan Setya Lencana Bintang Bhayangkara Nararya 2005 dari Presiden RI.

CALON BUPATI MERANGIN
Karena dirinya ikut dalam Pilkada Merangin tahun 2008, maka terhitung tanggal 11 Maret 2008, sudah dibebastugaskan menjadi Perwira Menengah (Pamen) Polda Sumbar. Karena H Nalim mengajukan surat pernyataan kesanggupan mengundurkan diri dari jabatan negeri apabila terpilih menjadi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

MENJADI BUPATI TERPILIH KABUPATEN MERANGIN
Pada pelaksanaan pilkada kabupaten merangin tanggal 22 juni 2008 yang lalau, Pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Nalim- Hasan Basri Harun (NH) yang diusung koalisi PAN, PKPB, PKS, PNIM dan PM unggul di 13 dari 18 kecamatan di Kabupaten Merangin. Berdasarkan data Desk Pilkada Kabupaten Merangin di kantor Bupati Merangin pasangan no urut 1 ini meraih 69.883 (45 persen) suara. Disusul pasangan cabup H Arfandi Ibnuhajar – Iskandar (AFI) dengan 42.303 suara (27,5 persen). Menyusul dibelakangnya pasangan cabup H Handayani -Saptono S Pd (HS) meraih 30.306 suara (19 persen). Dan Peringkat terakhir pasagan cabup Drs H Muhammad Madel-Zainul Arfan (Maza) dengan menghimpun suara 13.407 suara atau 9 persen.

Entry filed under: TENTANG NALIM. Tags: .

Nalim: Tak Ada Kata Dendam Dalam Kamus Saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


anda pengunjung ke

  • 11,311 hits

Klik tertinggi

  • Tak ada

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

%d blogger menyukai ini: