Renungan

Anda tentu mengenal karet gelang. Kalau kita membeli nasi bungkus,
biasanya bungkusan itu diikat oleh karet gelang. Dijaman saya masih
kecil dulu; karet gelang bukan sekedar alat untuk mengikat sesuatu,
melainkan alat permainan yang mengesankan. Karet gelang bisa
digunakan untuk permainan apa saja. Mulai dari lompat tali, gitar-
gitaran, pistol-pistolan, ketapel, dan adu tiup serta permainan lain
yang jenisnya begitu banyak. Saya tidak menemukan bahan lain yang
bisa digunakan untuk beragam permainan seperti karet gelang.

Namun, dari sekian banyak kegunaan karet gelang, ada satu karakter
menarik yang dimilikinya. Yaitu; kemampuannya untuk memanjang
mengikuti tarikan atau regangan. Tiba-tiba saja saya menyadari bahwa
karet gelang itu menyimpan sebuah pelajaran penting bagi kita. Yaitu,
tentang kapasitas diri kita. Perhatikanlah, sebuah karet gelang
terlihat begitu gemulai. Namun, dibalik kegemulaiannya itu dia
menyembunyikan kapasitas diri yang sangat hebat. Ketika karet gelang
dihadapkan kepada benda yang jauh lebih besar dari lingkarannya, maka
dia mengerahkan ‘potensi simpanannya’ untuk mengimbangi besarnya
tuntutan itu. Dengan begitu, dia selalu bisa menyesuaikan diri
terhadap ukuran benda yang harus diikatnya. Dia bisa beradaptasi
terhadap regangan yang diterimanya. Dengan kata lain, sebuah karet
gelang mempunyai kapasitas diri yang lebih besar dari sekedar keadaan
yang terlihat dari luar.

Didalam pekerjaan kita pun demikian. Orang-orang yang memiliki
kapasitas diri yang besar selalu mampu untuk menerima tantangan yang
lebih besar. Ajaibnya, semakin besar tantang yang diterimanya;
semakin besar juga kapasitas dirinya. Sehingga semakin hari, orang
ini menjadi semakin hebat saja. Dan, karena dia menjadi semakin
hebat; maka atasan memberi dia semakin banyak. Maka terjadilah
keadaan yang saya sebut sebagai ‘satisfaction circle’. Tantangan yang
besar menjadikan kapasitas diri semakin besar. Kapasitas diri yang
besar menghasilkan kinerja yang tinggi. Kinerja yang tinggi mendorong
kompensasi dan imbalan yang tinggi. Imbalan yang tinggi melahirkan
semangat kerja yang tinggi. Semangat kerja yang tinggi mendorong
orang untuk terus meningkatkan diri. Meningkatkan diri memperbesar
kapasitas diri. Begitu seterusnya, sehingga timbulah kepuasan disisi
karyawan dan perusahaan.

Sedangkan orang-orang yang memiliki kapasitas diri yang kecil; tidak
akan mampu untuk mengakomodasi tuntutan pekerjaan yang semakin hari semakin meningkat. Dengan demikian, orang ini dengan cepat akan
sampai kepada keadaan yang biasa kita sebut sebagai ‘mentok’. Para
praktisi pengembangan sumberdaya manusia percaya bahwa orang-orang
yang ‘sudah mentok’ tidak bisa dikembangkan lagi. Sehingga, bagi
mereka hanya ada 2 alternatif; yaitu, dipertahankan untuk mengerjakan
pekerjaan-pekerjaan rutin. Atau, segera “non job”kan karena tidak dapat
mengikuti perkembangan pekerjaan.

Oleh karena itu, kita tidak memiliki pilihan lain selain memastikan
bahwa kapasitas diri kita cukup besar untuk mengakomodasi tuntutan
pekerjaan. Untuk itu, ada beberapa langkah penting yang perlu kita
lakukan.

Pertama, memahami bahwa pengembangan diri adalah tanggungjawab
pribadi. Kitalah yang harus mendorong proses pengembangan diri itu.
Bukan menunggu orang lain yang melakukannya untuk kita. Mengapa? Karena orang lain belum tentu mempunyai komitmen yang
tinggi untuk mengembangkan diri kita. Dan instansi kita memiliki banyak
keterbatasan untuk menginvestasikan dana bagi perkembangan semua
karyawannya.

Kedua, menantang diri sendiri. Banyak orang yang senang jika diberi
pekerjaan yang gampang. Padahal itu berbahaya. Sebab, bukannya
bertambah kapasitas diri mereka; melainkan semakin berkurang.
Sebaliknya, kita mesti memastikan bahwa diri kita selalu dikondisikan
menangani pekerjaan-pekerjaan sulit. Agar semakin hari keterampilan
kita semakin meningkat. Dan kualitas diri kita semakin tinggi.
Sehingga, kapasitas diri kita semakin besar dari hari ke hari.

Ketiga, lakukan semuanya itu secara konsisten. Kita tidak bisa
berhenti untuk berkembang. Sebab, berhenti adalah awal dari sebuah
kemunduran. Mobil yang terus maju tanpa henti tidak akan bisa mundur.
Sebab, sebelum mundur dia harus terlebih dahulu berhenti. Begitu juga
dengan kita. Jika kita bisa memastikan untuk terus bertumbuh tanpa
henti, maka kita akan terhindar dari kemunduran. Dengan begitu, kita
akan selalu mampu untuk meningkatkan kapasitas diri kita.

Dan, seperti karet gelang; kita jadi mempunyai kemampuan untuk
menyesuaikan diri dengan tuntutan perusahaan. Sehingga, para pemimpin
dikantor menyimpulkan bahwa kita adalah orang-orang yang bisa
diandalkan. Dan layak mendapatkan kesempatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


%d blogger menyukai ini: